BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Dalam proses pembelajaran siswa diharapkan dapat menemukan pengalaman
belajar.Pengalaman dapat ditemukan dari sumber belajar yang ada.Sumber belajar
tidak terbatas pada buku ajar atau pun guru. Sumber belajar sangat luas.
Sehingga , hal itu dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar
secara lebih luas lagi.
Sumber belajar dapat dimanfaatkan oleh siswa dengan sebaik-baiknya agar tujuan pembelajaran dapat tercapai
secara maksimal. Namun demikian sumber belajar tidak akan mampu memberikan
peran yang maksimal jika sumber belajar tidak dikembangkan secara tepat .
sehingga, dalam pengembangan sumber belajar perlu adanya pengetahuan dari
pendidik terkait dengan pengertian sumber belajar , komponen sumber belajar, fungsi
dan tujuan sumber belajar, dan penggunaan sumber belajar dalam pelaksanaan
pembelajaran.
1.2 Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di
atas , dapat dirumuskan yaitu :
1. Apa pengertian dari sumber
belajar ?
2. Apa saja fungsi dari sumber
belajar ?
3. Apa saja macam – macam sumber
belajar ?
4. Bagaimana peran sumber belajar
dalam proses pembelajaran ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
sumber belajar
Menurut Association Educational
Comunication and Tehnology AECT (As’ari, 2007) sumber belajar yaitu berbagai
atau semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat
digunakan siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun terkombinasi
sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar.
Sumber belajar menurut AECT
(Suratno, 2008) meliputi semua sumber yang dapat digunakan oleh pelajar baik
secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, biasanya dalam situasi informasi,
untuk memberikan fasilitas belajar. Sumber itu meliputi pesan, orang, bahan,
peralatan, teknik dan tata tempat.
Sudjana (Suratno, 2008), menuliskan
bahwa pengertian Sumber Belajar bisa diartikan secara sempit dan secara luas.
Pengertian secara sempit diarahakan pada bahan-bahan cetak. Sedangkan secara
luas tidak lain adalah daya yang bisa dimanfaatkan guna
kepentingan proses belajar mengajar,
baik secara langsung maupun tidak langsung.
Jadi, sumber belajar adalah segala sesuatu
yang digunakan untuk memfasilitasi belajar.
Dalam pemanfaatan sumber belajar,
guru mempunyai tanggung jawab membantu peserta didik agar belajar lebih mudah,
lebih lancar, lebih terarah. Oleh sebab itu guru dituntut untuk memiliki
kemampuan khusus yang berhubungan dengan pemanfaatan sumber belajar. Menurut
Ditjend. Dikti (1983: 38-39), guru harus mampu:
(a) Menggunakan sumber belajar dalam kegiatan
pembelajaran sehari-hari.
(b) Mengenalkan dan menyajikan sumber
belajar.
(c) Menerangkan peranan berbagai sumber
belajar dalam pembelajaran.
(d) Menyusun tugas-tugas penggunaan sumber
belajar dalam bentuk tingkah laku.
(e) Mencari sendiri bahan dari berbagai
sumber.
(f) Memilih bahan sesuai dengan prinsip dan
teori belajar.
(g) Menilai keefektifan penggunaan sumber
belajar sebagai bagian dari bahan pembelajarannya.
(h) Merencanakan kegiatan penggunaan sumber
belajar secara efektif.
Di samping kemampuan di atas, guru
perlu mengetahui proses komunikasi dalam proses belajar, yang bahannya
diperoleh dari teori komunikasi dan psikologi pendidikan, mengetahui sifat
masing-masing sumber belajar, baik secara fisik maupun sifat-sifat yang ditimbulkan
oleh faktor lain yang mempengaruhi sumber belajar tersebut, memperolehnya yaitu
tahu benar dimana lokasi suatu sumber dan bagaimana cara memberikan
pelayanannya. Kemampuan tersebut dimaksudkan untuk memberikan gambaran bahwa
guru perlu menyadari pentingnya kemampuan-kemampuan khusus yang dikembangkan
bila menginginkan proses belajar mencapai sasaran yang optimal. Sajian ini akan
mencoba menyoroti dari 3 (tiga) bagian yaitu, sumber belajar, pemanfaatan
sumber belajar, dan pengelolaan sumber belajar.
Perkembangan
Sumber Belajar
1. Sumber Belajar Praguru
Pada zaman praguru, sumber belajar
utamanya adalah orang dalam lingkungan keluarga atau kelompok karena sumber
belajar lainnya dianggap belum ada atau masih sangat langka (Sadiman,
1989: 143). Bentuk benda yang digunakan sebagai sumber belajar antara lain
adalah : batu-batu, debu, daun-daunan, kulit pohon, kulit binatang dan kulit
karang. Isi pesan itu sendiri ada yang disajikan dengan isyarat verbal dan ada
yang menggunakan tulisan. Perbedaan ini terletak pada tingkat kemajuan
peradaban masing-masing suku bangsa itu sendiri. Sumber belajar jumlahnya
langka, sedangkan pencari pengetahuan jumlahnya lebih banyak, maka pengetahuan
diperoleh dengan coba-coba sendiri. Oleh sebab itu kondisi pendidikan masih sederhana
dan berada di bawah kontrol keluarga dan anggota masyarakat, pendidikan masih
tertutup, rumusan tujuan pembelajaran tidak dirumuskan dalam kurikulum.
Sehingga tidak ada keteraturan isi pembelajaran.
2. Lahirnya
Guru sebagai Sumber Belajar Utama
Pendidikan pada
zaman praguru tahap demi tahap berubah. Akibat perubahan itu terjadi pula
perubahan pada sistem pendidikan dan pada kondisi sumber belajar komponen
lainnya dari sistem tersebut. Dengan demikian terjadi perubahan pada cara
pengelolaan, isi ajaran, peranan orang, teknik yang digunakan, desain pemilihan
bahan, namun demikian sumber belajar masih sangat terbatas, sehingga kedudukan
orang merupakan belajar utama. Proses belajar tidak lagi ditangani oleh anggota
keluarga, tetapi sudah diserahkan kepada orang tertentu. Orang yang menangani
secara khusus tentang pendidikan disebut Guru dibantu dengan sumber belajar
penunjang yang berbentuk masih sederhana dan jumlahnya terbatas sekali. Oleh
sebab itu kelancaran Proses Instruksional dan Kualitas pendidikan sangat
bergantung pada kualitas guru.
3. Sumber
Belajar Dalam Bentuk Cetak
Adanya
perkembangan industri yang cepat, pada akhirnya dapat diproduksi peralatan dan
bahan yang jumlahnya besar. Dengan diketemukannya alat cetak, maka lahirlah
sumber belajar baru yang berbentuk cetak lainnya yang belum pernah ada
sebelumnya. Konsekuensi diketemukannya sumber belajar tersebut adalah
terjadinya perubahan tugas dan peranan guru dalam pembelajaran. Semula guru
merupakan sumber belajar utama yang mempunyai tugas sangat berat, dengan
lahirnya sumber belajar cetak maka tugas guru menjadi ringan. Contoh sumber
belajar cetak adalah: buku, komik, majalah, koran, panplet. Dengan lahirnya
sumber belajar cetak ini, maka isi pembelajaran dapat diperbanyak dengan cepat
dan disebarkan ke berbagai pihak dengan mudah, sehingga merupakan kejutan baru
dalam sistem instruksional pada saat itu.
4. Sumber
Belajar yang Berasal dari Teknologi Komunikasi
Dengan
diketemukannya berbagai alat dan bahan (hardware dan software)
pada abad 17, efeknya sangat besar terhadap sistem pendidikan secara
keseluruhan. Setelah timbul istilah teknologi dalam pendidikan yang pada akhir
perang dunia kedua mulai berubah menjadi ilmu baru yang disebut teknologi
pendidikan dan teknologi instruksional. Pengertian teknologi dalam pendidikan
populer dengan istilah audio visual, yakni pemanfaatan bahan-bahan audio visual
dan berbentuk kombinasi lainnya dalam sistem pendidikan.
Pada akhir
perang dunia kedua mulai timbul suatu kecendrungan baru dalam bidang audiovisual
kearah dua kerangka konseptual baru yang paralel, yaitu teori komunikasi dan
konsep sistem (AECT, 1977). Karena pengaruh-pengaruh ilmu sosial seperti:
psikologi, sosiologi, komunikasi, teori belajar, maka cara mendesain sumber
belajar lebih terarah, lebih spesipik dan disesuaikan dengan karakteristik
peserta didik. Sumber belajar seperti ini lebih populer dengan istilah media
instruksional. Misalnya: program televisi pendidikan, program radio pendidikan,
film pendidikan, slide pendidikan, komputer pendidikan dan lain-lain. Keempat
perkembangan sejarah sumber belajar ini oleh Eric Ashby dalam Sadiman (1989),
disebut sebagai empat perkembangan keajaiban yang terjadi dalam dunia
pendidikan sehingga dianggap sebagai revolusi pendidikan.
5. Sumber
Belajar yang Didesain dan Dimanfaatkan.
Sumber belajar
yang didesain untuk keperluan belajar telah banyak dikenal orang. Namun demikan
tidak semua sumber yang didesain untuk keperluan pendidikan. AECT dalam Miarso
(1986: 88) disebutkan bahwa ada kesangsian apakah fasilitas yang ada dalam
masyarakat, misalnya museum semuanya itu didesain khusus terutama untuk
pembelajaran peserta didik sekolah dalam bidang yang sesuai dengan kurikulum.
Kenyataan bahwa sumber-sumber ini dimanfaatkan untuk membantu belajar manusia,
membuat semuanya itu menjadi sumber belajar.
Kelompok yang
kedua, sumber yang dimanfaatkan, sama pentingnya dengan sumber belajar yang
didesain. Beberapa sumber dapat dimanfaatkan untuk memberikan fasilitas belajar
karena memang sumber itu khusus didesain untuk keperluan belajar. Inilah yang
disebut bahan atau sumber instruksional. Sumber yang lain, ada sebagian dari
kenyataan yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, namun dapat
ditemukan, diaplikasikan, dan digunakan untuk keperluan belajar. Inilah yang
disebut sebagai: Sumber belajar dari dunia nyata. Jadi, sebagian sumber menjadi
sumber belajar karena didesain untuk itu, sedangkan yang lainnya menjadi sumber
belajar karena dimanfaatkan.
Sumber belajar memiliki fungsi
sebagai berikut :
1. Meningkatkan produktivitas
pembelajaran dengan jalan:
(a) mempercepat laju belajar dan
membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik
(b)
mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak
membina dan mengembangkan gairah.
2. Memberikan kemungkinan pembelajaran
yang sifatnya lebih individual, dengan cara:
(a)
mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional; dan
(b) memberikan kesempatan bagi siswa
untuk berkembang sesuai dengan kemampuannnya.
3. Memberikan dasar yang lebih ilmiah
terhadap pembelajaran dengan cara:
(a)
perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis; dan
(b)
pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.
4. Lebih memantapkan pembelajaran,
dengan jalan:
(a) meningkatkan kemampuan sumber
belajar;
(b) penyajian informasi dan bahan
secara lebih kongkrit.
5. Memungkinkan belajar secara
seketika, yaitu:
(a)
mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak
dengan realitas yang sifatnya kongkrit;
(b) memberikan
pengetahuan yang sifatnya langsung.
6. Memungkinkan penyajian pembelajaran
yang lebih luas, dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas
geografis.
Menurut Hijrah Saputra (2008) fungsi
sumber belajar adalah :
1. Dapat memberi pengalaman belajar
langsung dan kongkrit
2. Memungkinkan sesuatu yang tidak bisa
diadakan, dikunjungi, dilihat secara langsung.
3. Menambah dan
memperluas cakrawala sajian.
4. Memberi
informasi yang akurat dan terpadu.
Fungsi-fungsi di atas sekaligus
menggambarkan tentang alasan dan arti penting sumber belajar untuk kepentingan
proses dan pencapaian hasil pembelajaran siswa.
2.2 Macam-macam sumber belajar
Secara garis besarnya, terdapat dua
jenis sumber belajar yaitu:
1. Sumber belajar yang dirancang
(learning resources by design), yakni sumber belajar yang secara khusus
dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk
memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
2. Sumber belajar yang dimanfaatkan
(learning resources by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak didesain
khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan,
diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
Dari kedua macam sumber belajar,
sumber-sumber belajar dapat berbentuk:
1. pesan: informasi yang akan
disampaikan oleh komponen lain; dapat berbentuk ide, fakta, makna dan data.
2.
orang: orang yang bertindak sebagai penyimpan dan menyalurkan pesan antara
lain: guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh masyarakat, pimpinan
lembaga, tokoh karier dan sebagainya.
3. bahan:
barang-barang yang berisikan pesan untuk disampaikan dengan menggunakan
peralatan; kadang-kadang bahan itu sendiri sudah merupakan bentuk penyajian
contohnya: buku, transparansi, film, slides, gambar, grafik yang dirancang
untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya.
4.
alat/ perlengkapan: barang-barang yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang
terdapat pada bahan misalnya: perangkat keras, komputer, radio, televisi,
VCD/DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik,
obeng dan sebagainya.
5. pendekatan/ metode/ teknik: prosedur atau
langkah-langkah tertentu dalam menggunakan bahan, alat, tata tempat, dan orang
untuk menyampaikan pesan; misalnya: disikusi, seminar, pemecahan masalah,
simulasi, permainan, sarasehan, percakapan biasa, diskusi, debat, talk shaw dan
sejenisnya.
6. lingkungan/latar:
lingkungan dimana pesan diterima oleh pelajar; misalnya: ruang kelas, studio,
perpustakaan, aula, teman, kebun, pasar, toko, museum, kantor dan sebagainya.
2.3 Peranan Sumber Belajar dalam Proses
Pembelajaran
Sumber belajar mempunyai peran yang
sangat erat dengan pembelajaran yang dilakukan, adapun peranan tersebut dalam
pembelajaran adalah sebagai berikut :
1. Peranan sumber belajar dalam
pembelajaran Individual.
Pola komunikasi dalam belajar
individual sangat dipengaruhi oleh peranan sumber belajar yang dimanfaatkan
dalam proses belajar. Titik berat pembelajaran individual adalah pada peserta
didik, sedang guru mempunyai peranan sebagai penunjang atau fasilitator.
Dalam pembelajaran individual
terdapat tiga pendekatan yang berbeda yaitu :
o
Front
line teaching method,
dalam pendekatan ini guru berperan menunjukkan sumber belajar yang perlu
dipelajari.
o
Keller
Plan,
yaitu pendekatan yang menggunakan teknik personalized system of
instruksional (PSI) yang ditunjang dengan berbagai sumber berbentuk audio
visual yang didesain khusus untuk belajar individual.
o Metode proyek, peranan guru cenderung sebagai
penasehat dibanding pendidik, sehingga peserta didiklah yang bertanggung jawab
dalam memilih, merancang dan melaksanakan berbagai kegiatan belajar.
2. Peranan
Sumber Belajar dalam Belajar Klasikal
Pola komunikasi
dalam belajar klasikal yang dipergunakan adalah komunikasi langsung antara guru
dengan peserta didik. Hasil belajar sangat tergantung oleh kualitas guru,
karena guru merupakan sumber belajar utama. Sumber lain seolah-olah tidak ada
peranannya sama sekali, karena frekuensi belajar didominari interaksinya dengan
guru.
Pemanfaatan
sumber belajar selain guru, sangat selektif dan sangat ketat di bawah petunjuk
dan kontrol guru. Di samping itu guru sering memaksakan penggunaan sumber
belajar yang kurang relevan dengan ciri-ciri peserta didik dan tujuan belajar,
hal ini terjadi karena sumber belajar yang tersedia terbatas. Peranan Sumber
Belajar secara keseluruhan seperti terlihat dalam pola komunikasinya selain
guru rendah. Keterbatasan penggunaan sumber belajar terjadi karena metode
pembelajaran yang utama hanyalah metode ceramah. Menurut Percipal and Ellington
(1984), bahwa perhatian yang penuh dalam belajar dengan metode ceramah
(attention spannya) makin lama makin menurun drastis. Misalnya dalam 50 menit
belajar, maka pada awal belajar attention spannya berkisar antara 12-15 menit,
kemudian makin mendekati akhir pelajaran turun menjadi 3-5 menit.
Di samping itu
British Audio Visual Association (1985), menyatukam bahwa 75 % pengetahuan
diperoleh melalui indera penglihatan, 13 % indera pendengaran, 6 % indera
sentuhan dan rabaan dan 6 % indera penciuman dan lidah. Sedangkan hasil
penelitian yang dilakukan oleh perusahaan SOVOCOM COMPANY di Amerika dalam
Sadiman (1989: 155-156), tentang kemampuan manusia dalam menyimpan pesan adalah
: verbal (tulisan) 20%, Audio saja 10%, visual saja 20%, Audio visual 50%.
Tetapi kalau proses belajar hanya menggunakan methode membaca saja,
maka pengetahuan yang mengendap hanya 10% . Mendengarkan
saja pengetahuan yang mengendap hanya 20%.Melihat saja pengetahuan yang
mengendap bisa 50%.Mengungkapkan sendiri pengetahuan yang mengendap bisa
80%.Mengungkapkan sendiri dan mengulang pada kesempatan lain 90%. Dari
penjelasan tersebut diatas, bahwa guru harus pandai memilih dan
mengkombinasikan metode pembelajaran dengan belajar yang ada.
3. Peranan
Sumber Belajar dalam Belajar Kelompok
Pola komunikasi
dalam belajar kelompok, menurut Derek Rowntere dalam bukunya Educational
Technologi in Curriculum Development (1982), menyajikan dua pola komunikasi yang
secara umum ditetapkan dalam belajar yaitu pola
a. Buzz sessions (diskusi
singkat) adalah kemampuan yang diperoleh peserta didik untuk didiskusikan
singkat sambil jalan. Sumber belajar yang digunakan adalah materi yang
digunakan sebelumnya.
b. Controllet discussion (diskusi
dibawah kontrol guru), sumber belajarnya antara lain adalah bab dari suatu
buku, materi dari program audio visual, atau masalah dalam praktek laboratorium
c. Tutorial adalah belajar
dengan guru pembimbing, sumber belajarnya adalah masalah yang ditemui dalam
belajar, harian, bentuknya dapat bab dari buku, topik masalah dan tujuan
instruksional tertentu.
d. Team project (tim proyek)
adalah suatu pendekatan kerjasama antar anggota kelompok dengan cara mengenai
suatu proyek oleh tim.
e. Simulasi (persentasi
untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya).
f. Micro teaching, (proyek
pembelajaran yang direkam dengan video).
g. Self helf group (kelompok
swamandiri).
2.4 Pendekatan
Belajar Berbasis Aneka Sumber (BEBAS)
Belajar Berbasis Aneka Sumber mencakup
berbagai cara & sarana dimana siswa dapat belajar dengan berbagai cara
mulai darimendapat bantuan dari guru sampai belajar secara mandiri (Brown &
Smith, 1996). Bebas juga merupakan suatu sistem belajar yang berorientasi pada
siswa menggunakan bahan2 belajar mandiri atau yang digunakan oleh guru dalam
pembelajaran (Ellington & Harris, 1986). Bebas adalah pendekatan belajar
yang berorientasi pada siswa dengan menggunakan sumber belajar manusiawi dan
non manusiawi secara optimal (Percival & Ellington, 1988)
Belajar berbasis aneka sumber terkait dengan beberapa pengertian dan sistem
pembelajaran diantaranya: open learning. Distance learning, flexible learning, learning
resources, dan resource
based seperti yang dikemukakan oleh Dorrell (1993):
1. Open learning adalah
prinsip belajar terbuka untuk semua orang. Dengan kata lain tidak ada
prakualifikasi seperti batas usia, status sosial, ekonomi dan lain-lain.
Pemelajar dapat memilih di mana, kapan, bagaimana, mereka akan belajar serta
bebas dari segala interupsi.
2. Distance learning, pendidikan
jarak jauh adalah sistem atau proses yang langsung menghubungkan
pemelajar dengan sumber-sumber yang jauh. Bahan-bahan yang digunakan sama
dengan yang digunakan dengan pendidikan terbuka.
a) Menurut The California Distance learning Project
(CDLP), pendidikan jarak jauh adalah proses penyampaian pembelajaran yang
menghubungkan pemelajar dengan sumber pendidikan.
b) Menurut AT dan T pendidikan jarak jauh adalah sistem
atau proses yang langsung menghubungkan pemelajar dengan sumber-sumber
yang jauh.
c) Menurut United States Learning Association (USDLA),
pendidikan jarak jauh adalah penghantaran pendidikan atau pelatihan
melalui media elektronik. Pendidikan jarak jauh mengacu kepada situasi
belajar dimana instruktur dan pemelajar berada dalam jarak terpisah secara
geografis, karena itu mengandalkan peralatan elektronik dan bahan cetakan untuk
menghantar pembelajaran. Bahan-bahan yang digunakan dalam pendidikan jarak jauh
sama dengan digunakan dalam pendidikan terbuka, yaitu berupa kaset, dan lembar
kerjanya, Program CBT (Computer Based
Training), IV (Instructional Video)
dan berbagai buku.
3. Flexible learning adalah jenis belajar
yang dapat menggunakan berbagai sumber dalam semua bentuk. Belajar flexible dapat dipakai untuk segala
pola yang menggunakan sumber belajar.
4. Learning resources adalah
sumber belajar, termasuk di dalamnya bahan-bahan pembelajaran seperti video,
buku, kaset, audio CBT, IV, dan paket pembelajaran yang mengkombinasikan lebih
dari satu media.
5. Resource based learning adalah
belajar berbasis aneka sumber (BEBAS) yaitu suatu sistem belajar yang
berorientasi pada siswa yang menggunakan aneka sumber dalam proses
pembelajarannya. Penerapan bebas secara luas juga dapat dikaitkan dengan jenis
sistem pendidikan terbuka, jarak jauh, belajar fleksibel yang menggunakan aneka
sumber.
Mengapa
belajar berbasis aneka sumber sangat diperlukan dan mutlak diterapkan dalam
pendidikan maupun pembelajaran masa kini? Hal ini dikarenakan adanya perubahan
paradigma pendidikan, yaitu dari pendidikan yang berfokus pada penguasaan isi
mata pelajaran bergeser kepada pendidikan berfokus pada pengalaman belajar yang
berorientasi pada pemerolehan pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai. Di era
informasi peserta didik setiap saat dihadapkan pada berbagai informasi dalam
jumlah lebih banyak dari sebelumnya, sehingga dituntut kemampuan siswa untuk
menseleksi dan memanfaatkan sumber-sumber tersebut untuk kepentingan belajar
secara optimal.. Begitu pula dengan adanya kurikulum berbasis kompetensi dan
kurikulum tingkat satuan pendidikan yang menuntut penggunaan berbagai
sumber belajar yang dapat memperkaya pengalaman belajar siswa.
Sesuai uraian di atas pada prinsipnya ada tiga hal pokok yang harus
diperhatikan dalam proses perencanaan kegiatan pembelajaran, yaitu:
1. Belajar
aneka sumber memungkinkan setiap pemelajar melakukan kegiatan belajar
sesuai dengan sumber-sumber yang dimilikinya. Contoh pemelajar dapat
mendengarkan rekaman audio dalam belajar bahasa asing atau memanfaatkan program
televisi yang bernuansa pendidikan dan pembelajaran untuk mendukung proses
belajar.
2. Kesempatan
belajar yang dimiliki. Seorang pemelajar dapat mengatur waktu belajarnya, kapan
ingin melakukan kegiatan belajar, pagi hari, malam hari ataupun saat gairah
untuk belajar datang.
3. Kemampuan atau motivasi untuk belajar. Baik berupa dorongan dari dalam
(motivasi internal) seperti cita-cita untuk meningkatkan taraf hidup sampai
dengan keinginan untuk aktualisasi diri; maupun motivasi eksternal seperti
dorongan dari teman dan lain-lain, akan sangat mempengaruhi proses belajar
siswa . Tanpa motivasi yang tinggi prestasi belajar akan sulit
dicapai walau tersedia berbagai sumber belajar.
Belajar berbasis aneka sumber
memiliki manfaat antara lain:
a. Memupuk bakat yang terpendam. Pengembangan keinginan untuk mengembangkan
diri setelah tamat pendidikan formal adalah bentuk pendidikan sepanjang hayat.
b. Mengusahakan sumber-sumber belajar yang memungkinkan pembelajaran
berlangsung sepanjang tahun dan dapat menyeimbangkan antara ketrampilan dan
pengetahuan.
c. Seorang dapat belajar sesuai dengan kondisinya tanpa merasa cemas dan
merasakan suasana persaingan.
Adapun implementasi belajar
berbasis aneka sumber
1. Proses pendidikan berpusat pada siswa/mahasiswa, siswa pada dasarnya
memiliki dua segi mental yaitu IQ dan dimensi emosional. Dalam pendekatan ini
guru sebagai pembimbing melatih, memotivasi, memfasilitasi agar siswa
berperan aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian pengajaran
melibatkan siswa/mahasiswa untuk aktif dalam setiap proses pembelajaran.
Keseluruhan proses ini akan mengembangkan kemampuan anak didik yang tidak hanya
terfokus pada isi materi.
2. Peranan institusi
pendidikan ”elektronik” dengan semakin majunya teknologi, maka teknologi
pendidikan harus terlebih dahulu digerakkan pada visi tentang pendidikan dan
pelatihan abad 21. Visi tersebut harus memperhitungkan potensi teknologi,
dan apa yang dapat dilakukan oleh teknologi dunia pendidikan dan pelatihan.
Dampak sosial dan pendidikan dari bertemunya media dan teknologi dengan
kecepatan tinggi akan menjadi revolusioner, dan sangat menantang bagi
institusi-institusi pendidikan yang sudah mapan.
3. Prinsip pedagogi dan
desain antar budaya, sumber pembelajaran untuk siswa merupakan perhatian utama
di seluruh dunia karena berada dalam arena pendidikan tanpa batas yang dipenuhi
melalui world wide web (WWW). WWW mempunyai kapasitas/pemirsa yang luas, bila
dimanfaatkan sebagai sumber belajar perlu memperhatikan prinsip pedagogi.
Tujuan pembelajaran on-line adalah menjamin bahwa pedagogi dan
kurikulum fleksibel, dapat menyesuaikan diri dan relevan bagi siswa
dari berbagai latar belakang, sehingga aspek pedagogi bersifat mendukung
kebutuhan antar budaya.
Untuk dapat menerapkan belajar
berbasis aneka sumber di sekolah-sekolah diperlukan upaya yang serius dari
pihak pendidik. Pertama-tama, pendidik sendiri harus melakukan dan
membiasakan diri untuk memanfaatkan aneka sumber, sehingga akan
memudahkan bagi menentukan strategi yang tepat dalam memanfaatkan aneka
sumber yang memungkinkan terjadinya pencapaian kompetensi yang diharapkan.
Jika dalam sistem pendidikan, peserta
didik tidak dipersiapkan untuk dapat memberi makna terhadap informasi, serta
menciptakannya menjadi pengetahuan, kemudian menggunakan serta mengevaluasi
pengetahuan yang diciptakan orang lain, maka mereka akan menjadi selalu
tertinggal.
Lebih jauh Bardiman dan Franspotter yang juga dikutip Evans dan Nations
(2000) menjelaskan bahwa di masa depan akan ada penekanan pada pentingnya:
Kemampuan belajar dan terus belajar secara bebas dan mandiri
Kemampuan berkomunikasi
dengan orang lain
Kemampuan bekerjasama dengan
orang lain
Kemampuan bekerjasama dengan orang lain dalam kelompok
Kemampuan memperlihatkan
kepekaan sosial
Kemampuan menerima
tanggungjawab kemasyarakatan dan
Kemampuan untuk bersikap
fleksibel
Bagaimana menerapkan belajar
berbasis aneka sumber dalam pembelajaran?
1.
Ciptakan kondisi yang
memungkinkan peserta didik memiliki pengalaman belajar yang melalui berbagai
sumber, baik sumber yang dirancang maupun yang dimanfaatkan, sehingga mereka
akan “belajar bagaimana belajar” (learn how to learn)
2. Guru/pendidik harus merencanakan, menciptakan & menemukan kegiatan yang
bersifat menantang yang akan membuat peserta didik berpikir, memberikan alasan
logis & menggunakan pemikiran secara baik.
KESIMPULAN
v
Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data,
orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar,
baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta
didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.
v
Secara garis besarnya, terdapat dua jenis sumber belajar yaitu:
Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design), yakni sumber
belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem
instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat
formal.
Sumber belajar yang dimanfaatkan(learning resources by utilization), yaitu
sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan
keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan
pembelajaran.
v
Sumber belajar memiliki
fungsi :
Menurut Hijrah Saputra (2008) fungsi
sumber belajar adalah :
1. Dapat memberi pengalaman belajar
langsung dan kongkrit
2. Memungkinkan sesuatu yang tidak
bisa diadakan, dikunjungi, dilihat secara langsung.
3. Menambah dan
memperluas cakrawala sajian.
4. Memberi
informasi yang akurat dan terpadu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar