Minggu, 20 Oktober 2013

ptk model scramble bab 1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Dalam proses pembelajaran siswa diharapkan dapat menemukan pengalaman belajar.Pengalaman dapat ditemukan dari sumber belajar yang ada.Sumber belajar tidak terbatas pada buku ajar atau pun guru. Sumber belajar sangat luas. Sehingga , hal itu dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara lebih luas lagi.
Sumber belajar dapat dimanfaatkan oleh siswa dengan sebaik-baiknya  agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Namun demikian sumber belajar tidak akan mampu memberikan peran yang maksimal jika sumber belajar tidak dikembangkan secara tepat . sehingga, dalam pengembangan sumber belajar perlu adanya pengetahuan dari pendidik terkait dengan pengertian sumber belajar , komponen sumber belajar, fungsi dan tujuan sumber belajar, dan penggunaan sumber belajar dalam pelaksanaan pembelajaran.




1.2  Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas , dapat dirumuskan yaitu :
1.    Apa pengertian dari sumber belajar ?
2.    Apa saja fungsi dari sumber belajar ?
3.    Apa saja macam – macam sumber belajar ?
4.    Bagaimana peran sumber belajar dalam proses pembelajaran ?

















BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Pengertian sumber belajar
Menurut Association Educational Comunication and Tehnology AECT (As’ari, 2007) sumber belajar yaitu berbagai atau semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar.
Sumber belajar menurut AECT (Suratno, 2008) meliputi semua sumber yang dapat digunakan oleh pelajar baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, biasanya dalam situasi informasi, untuk memberikan fasilitas belajar. Sumber itu meliputi pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan tata tempat.
Sudjana (Suratno, 2008), menuliskan bahwa pengertian Sumber Belajar bisa diartikan secara sempit dan secara luas. Pengertian secara sempit diarahakan pada bahan-bahan cetak. Sedangkan secara luas tidak lain adalah daya yang bisa dimanfaatkan guna
kepentingan proses belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Jadi, sumber belajar adalah segala sesuatu yang digunakan untuk memfasilitasi belajar.
Dalam pemanfaatan sumber belajar, guru mempunyai tanggung jawab membantu peserta didik agar belajar lebih mudah, lebih lancar, lebih terarah. Oleh sebab itu guru dituntut untuk memiliki kemampuan khusus yang berhubungan dengan pemanfaatan sumber belajar. Menurut Ditjend. Dikti (1983: 38-39), guru harus mampu:
(a) Menggunakan sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
(b) Mengenalkan dan menyajikan sumber belajar.
(c) Menerangkan peranan berbagai sumber belajar dalam pembelajaran.
(d) Menyusun tugas-tugas penggunaan sumber belajar dalam bentuk tingkah laku.
(e) Mencari sendiri bahan dari berbagai sumber.
(f) Memilih bahan sesuai dengan prinsip dan teori belajar.
(g) Menilai keefektifan penggunaan sumber belajar sebagai bagian dari bahan pembelajarannya.
(h) Merencanakan kegiatan penggunaan sumber belajar secara efektif.
Di samping kemampuan di atas, guru perlu mengetahui proses komunikasi dalam proses belajar, yang bahannya diperoleh dari teori komunikasi dan psikologi pendidikan, mengetahui sifat masing-masing sumber belajar, baik secara fisik maupun sifat-sifat yang ditimbulkan oleh faktor lain yang mempengaruhi sumber belajar tersebut, memperolehnya yaitu tahu benar dimana lokasi suatu sumber dan bagaimana cara memberikan pelayanannya. Kemampuan tersebut dimaksudkan untuk memberikan gambaran bahwa guru perlu menyadari pentingnya kemampuan-kemampuan khusus yang dikembangkan bila menginginkan proses belajar mencapai sasaran yang optimal. Sajian ini akan mencoba menyoroti dari 3 (tiga) bagian yaitu, sumber belajar, pemanfaatan sumber belajar, dan pengelolaan sumber belajar.

Perkembangan Sumber Belajar
1. Sumber Belajar Praguru
Pada zaman praguru, sumber belajar utamanya adalah orang dalam lingkungan keluarga atau kelompok karena sumber belajar lainnya dianggap belum ada atau masih sangat langka (Sadiman, 1989: 143). Bentuk benda yang digunakan sebagai sumber belajar antara lain adalah : batu-batu, debu, daun-daunan, kulit pohon, kulit binatang dan kulit karang. Isi pesan itu sendiri ada yang disajikan dengan isyarat verbal dan ada yang menggunakan tulisan. Perbedaan ini terletak pada tingkat kemajuan peradaban masing-masing suku bangsa itu sendiri. Sumber belajar jumlahnya langka, sedangkan pencari pengetahuan jumlahnya lebih banyak, maka pengetahuan diperoleh dengan coba-coba sendiri. Oleh sebab itu kondisi pendidikan masih sederhana dan berada di bawah kontrol keluarga dan anggota masyarakat, pendidikan masih tertutup, rumusan tujuan pembelajaran tidak dirumuskan dalam kurikulum. Sehingga tidak ada keteraturan isi pembelajaran.
2. Lahirnya Guru sebagai Sumber Belajar Utama
Pendidikan pada zaman praguru tahap demi tahap berubah. Akibat perubahan itu terjadi pula perubahan pada sistem pendidikan dan pada kondisi sumber belajar komponen lainnya dari sistem tersebut. Dengan demikian terjadi perubahan pada cara pengelolaan, isi ajaran, peranan orang, teknik yang digunakan, desain pemilihan bahan, namun demikian sumber belajar masih sangat terbatas, sehingga kedudukan orang merupakan belajar utama. Proses belajar tidak lagi ditangani oleh anggota keluarga, tetapi sudah diserahkan kepada orang tertentu. Orang yang menangani secara khusus tentang pendidikan disebut Guru dibantu dengan sumber belajar penunjang yang berbentuk masih sederhana dan jumlahnya terbatas sekali. Oleh sebab itu kelancaran Proses Instruksional dan Kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas guru.

3. Sumber Belajar Dalam Bentuk Cetak
Adanya perkembangan industri yang cepat, pada akhirnya dapat diproduksi peralatan dan bahan yang jumlahnya besar. Dengan diketemukannya alat cetak, maka lahirlah sumber belajar baru yang berbentuk cetak lainnya yang belum pernah ada sebelumnya. Konsekuensi diketemukannya sumber belajar tersebut adalah terjadinya perubahan tugas dan peranan guru dalam pembelajaran. Semula guru merupakan sumber belajar utama yang mempunyai tugas sangat berat, dengan lahirnya sumber belajar cetak maka tugas guru menjadi ringan. Contoh sumber belajar cetak adalah: buku, komik, majalah, koran, panplet. Dengan lahirnya sumber belajar cetak ini, maka isi pembelajaran dapat diperbanyak dengan cepat dan disebarkan ke berbagai pihak dengan mudah, sehingga merupakan kejutan baru dalam sistem instruksional pada saat itu.



4. Sumber Belajar yang Berasal dari Teknologi Komunikasi
Dengan diketemukannya berbagai alat dan bahan (hardware dan software) pada abad 17, efeknya sangat besar terhadap sistem pendidikan secara keseluruhan. Setelah timbul istilah teknologi dalam pendidikan yang pada akhir perang dunia kedua mulai berubah menjadi ilmu baru yang disebut teknologi pendidikan dan teknologi instruksional. Pengertian teknologi dalam pendidikan populer dengan istilah audio visual, yakni pemanfaatan bahan-bahan audio visual dan berbentuk kombinasi lainnya dalam sistem pendidikan.
Pada akhir perang dunia kedua mulai timbul suatu kecendrungan baru dalam bidang audiovisual kearah dua kerangka konseptual baru yang paralel, yaitu teori komunikasi dan konsep sistem (AECT, 1977). Karena pengaruh-pengaruh ilmu sosial seperti: psikologi, sosiologi, komunikasi, teori belajar, maka cara mendesain sumber belajar lebih terarah, lebih spesipik dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Sumber belajar seperti ini lebih populer dengan istilah media instruksional. Misalnya: program televisi pendidikan, program radio pendidikan, film pendidikan, slide pendidikan, komputer pendidikan dan lain-lain. Keempat perkembangan sejarah sumber belajar ini oleh Eric Ashby dalam Sadiman (1989), disebut sebagai empat perkembangan keajaiban yang terjadi dalam dunia pendidikan sehingga dianggap sebagai revolusi pendidikan.
5. Sumber Belajar yang Didesain dan Dimanfaatkan.
Sumber belajar yang didesain untuk keperluan belajar telah banyak dikenal orang. Namun demikan tidak semua sumber yang didesain untuk keperluan pendidikan. AECT dalam Miarso (1986: 88) disebutkan bahwa ada kesangsian apakah fasilitas yang ada dalam masyarakat, misalnya museum semuanya itu didesain khusus terutama untuk pembelajaran peserta didik sekolah dalam bidang yang sesuai dengan kurikulum. Kenyataan bahwa sumber-sumber ini dimanfaatkan untuk membantu belajar manusia, membuat semuanya itu menjadi sumber belajar.
Kelompok yang kedua, sumber yang dimanfaatkan, sama pentingnya dengan sumber belajar yang didesain. Beberapa sumber dapat dimanfaatkan untuk memberikan fasilitas belajar karena memang sumber itu khusus didesain untuk keperluan belajar. Inilah yang disebut bahan atau sumber instruksional. Sumber yang lain, ada sebagian dari kenyataan yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, namun dapat ditemukan, diaplikasikan, dan digunakan untuk keperluan belajar. Inilah yang disebut sebagai: Sumber belajar dari dunia nyata. Jadi, sebagian sumber menjadi sumber belajar karena didesain untuk itu, sedangkan yang lainnya menjadi sumber belajar karena dimanfaatkan.
Sumber belajar memiliki fungsi sebagai berikut :
1.    Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan:
(a) mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik
(b) mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah.
2.    Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual, dengan cara:
(a) mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional; dan
(b) memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannnya.
3.    Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara:
(a) perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis; dan
(b) pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.
4.    Lebih memantapkan pembelajaran, dengan jalan:
(a) meningkatkan kemampuan sumber belajar;
(b) penyajian informasi dan bahan secara lebih kongkrit.
5.    Memungkinkan belajar secara seketika, yaitu:
(a) mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya kongkrit;
(b)  memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung.
6.    Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis.
Menurut Hijrah Saputra (2008) fungsi sumber belajar adalah :
1.    Dapat memberi pengalaman belajar langsung dan kongkrit
2.    Memungkinkan sesuatu yang tidak bisa diadakan, dikunjungi, dilihat secara langsung.
3.    Menambah dan memperluas cakrawala sajian.
4.    Memberi informasi yang akurat dan terpadu.
Fungsi-fungsi di atas sekaligus menggambarkan tentang alasan dan arti penting sumber belajar untuk kepentingan proses dan pencapaian hasil pembelajaran siswa.
2.2  Macam-macam sumber belajar
Secara garis besarnya, terdapat dua jenis sumber belajar yaitu:
1.    Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design), yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.

2.    Sumber belajar yang dimanfaatkan (learning resources by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.


Dari kedua macam sumber belajar, sumber-sumber belajar dapat berbentuk:
1.     pesan: informasi yang akan disampaikan oleh komponen lain; dapat berbentuk ide, fakta, makna dan data.
2. orang: orang yang bertindak sebagai penyimpan dan menyalurkan pesan antara lain: guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karier dan sebagainya.
3.  bahan: barang-barang yang berisikan pesan untuk disampaikan dengan menggunakan peralatan; kadang-kadang bahan itu sendiri sudah merupakan bentuk penyajian contohnya: buku, transparansi, film, slides, gambar, grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya.
4. alat/ perlengkapan: barang-barang yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang terdapat pada bahan misalnya: perangkat keras, komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik, obeng dan sebagainya.
5.  pendekatan/ metode/ teknik: prosedur atau langkah-langkah tertentu dalam menggunakan bahan, alat, tata tempat, dan orang untuk menyampaikan pesan; misalnya: disikusi, seminar, pemecahan masalah, simulasi, permainan, sarasehan, percakapan biasa, diskusi, debat, talk shaw dan sejenisnya.
6.  lingkungan/latar: lingkungan dimana pesan diterima oleh pelajar; misalnya: ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, teman, kebun, pasar, toko, museum, kantor dan sebagainya.

2.3  Peranan Sumber Belajar dalam Proses Pembelajaran
Sumber belajar mempunyai peran yang sangat erat dengan pembelajaran yang dilakukan, adapun peranan tersebut dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :
1. Peranan sumber belajar dalam pembelajaran Individual.
Pola komunikasi dalam belajar individual sangat dipengaruhi oleh peranan sumber belajar yang dimanfaatkan dalam proses belajar. Titik berat pembelajaran individual adalah pada peserta didik, sedang guru mempunyai peranan sebagai penunjang atau fasilitator.
Dalam pembelajaran individual terdapat tiga pendekatan yang berbeda yaitu :
o   Front line teaching method, dalam pendekatan ini guru berperan menunjukkan sumber belajar yang perlu dipelajari.
o   Keller Plan, yaitu pendekatan yang menggunakan teknik personalized system of instruksional (PSI) yang ditunjang dengan berbagai sumber berbentuk audio visual yang didesain khusus untuk belajar individual.
o   Metode proyek, peranan guru cenderung sebagai penasehat dibanding pendidik, sehingga peserta didiklah yang bertanggung jawab dalam memilih, merancang dan melaksanakan berbagai kegiatan belajar.
2. Peranan Sumber Belajar dalam Belajar Klasikal
Pola komunikasi dalam belajar klasikal yang dipergunakan adalah komunikasi langsung antara guru dengan peserta didik. Hasil belajar sangat tergantung oleh kualitas guru, karena guru merupakan sumber belajar utama. Sumber lain seolah-olah tidak ada peranannya sama sekali, karena frekuensi belajar didominari interaksinya dengan guru.
Pemanfaatan sumber belajar selain guru, sangat selektif dan sangat ketat di bawah petunjuk dan kontrol guru. Di samping itu guru sering memaksakan penggunaan sumber belajar yang kurang relevan dengan ciri-ciri peserta didik dan tujuan belajar, hal ini terjadi karena sumber belajar yang tersedia terbatas. Peranan Sumber Belajar secara keseluruhan seperti terlihat dalam pola komunikasinya selain guru rendah. Keterbatasan penggunaan sumber belajar terjadi karena metode pembelajaran yang utama hanyalah metode ceramah. Menurut Percipal and Ellington (1984), bahwa perhatian yang penuh dalam belajar dengan metode ceramah (attention spannya) makin lama makin menurun drastis. Misalnya dalam 50 menit belajar, maka pada awal belajar attention spannya berkisar antara 12-15 menit, kemudian makin mendekati akhir pelajaran turun menjadi 3-5 menit.
Di samping itu British Audio Visual Association (1985), menyatukam bahwa 75 % pengetahuan diperoleh melalui indera penglihatan, 13 % indera pendengaran, 6 % indera sentuhan dan rabaan dan 6 % indera penciuman dan lidah. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh perusahaan SOVOCOM COMPANY di Amerika dalam Sadiman (1989: 155-156), tentang kemampuan manusia dalam menyimpan pesan adalah : verbal (tulisan) 20%, Audio saja 10%, visual saja 20%, Audio visual 50%. Tetapi kalau proses belajar hanya menggunakan methode membaca saja, maka pengetahuan yang mengendap hanya 10% . Mendengarkan saja pengetahuan yang mengendap hanya 20%.Melihat saja pengetahuan yang mengendap bisa 50%.Mengungkapkan sendiri pengetahuan yang mengendap bisa 80%.Mengungkapkan sendiri dan mengulang pada kesempatan lain 90%. Dari penjelasan tersebut diatas, bahwa guru harus pandai memilih dan mengkombinasikan metode pembelajaran dengan belajar yang ada.
3. Peranan Sumber Belajar dalam Belajar Kelompok
Pola komunikasi dalam belajar kelompok, menurut Derek Rowntere dalam bukunya Educational Technologi in Curriculum Development (1982), menyajikan dua pola komunikasi yang secara umum ditetapkan dalam belajar yaitu pola
a.    Buzz sessions (diskusi singkat) adalah kemampuan yang diperoleh peserta didik untuk didiskusikan singkat sambil jalan. Sumber belajar yang digunakan adalah materi yang digunakan sebelumnya.
b.    Controllet discussion (diskusi dibawah kontrol guru), sumber belajarnya antara lain adalah bab dari suatu buku, materi dari program audio visual, atau masalah dalam praktek laboratorium
c.    Tutorial adalah belajar dengan guru pembimbing, sumber belajarnya adalah masalah yang ditemui dalam belajar, harian, bentuknya dapat bab dari buku, topik masalah dan tujuan instruksional tertentu.
d.    Team project (tim proyek) adalah suatu pendekatan kerjasama antar anggota kelompok dengan cara mengenai suatu proyek oleh tim.
e.    Simulasi (persentasi untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya).
f.     Micro teaching, (proyek pembelajaran yang direkam dengan video).
g.    Self helf group (kelompok swamandiri).
2.4  Pendekatan Belajar Berbasis Aneka Sumber (BEBAS)
Belajar Berbasis Aneka Sumber mencakup berbagai cara & sarana dimana siswa dapat belajar dengan berbagai cara mulai darimendapat bantuan dari guru sampai belajar secara mandiri (Brown & Smith, 1996). Bebas juga merupakan suatu sistem belajar yang berorientasi pada siswa menggunakan bahan2 belajar mandiri atau yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran (Ellington & Harris, 1986). Bebas adalah pendekatan belajar yang berorientasi pada siswa dengan menggunakan sumber belajar manusiawi dan non manusiawi secara optimal (Percival & Ellington, 1988)
Belajar berbasis aneka sumber terkait dengan beberapa pengertian dan sistem pembelajaran diantaranya: open learning. Distance learning, flexible learning, learning resources, dan resource based seperti yang dikemukakan oleh Dorrell (1993):
1.    Open learning adalah prinsip belajar terbuka untuk semua orang. Dengan kata lain tidak ada prakualifikasi  seperti batas usia, status sosial, ekonomi dan lain-lain. Pemelajar dapat memilih di mana, kapan, bagaimana, mereka akan belajar serta bebas dari segala interupsi.
2.    Distance learning, pendidikan jarak jauh  adalah sistem atau proses yang langsung  menghubungkan pemelajar dengan sumber-sumber yang jauh. Bahan-bahan yang digunakan sama dengan yang digunakan dengan pendidikan terbuka.
a)    Menurut The California Distance learning Project (CDLP), pendidikan jarak jauh adalah proses penyampaian pembelajaran yang menghubungkan pemelajar dengan sumber pendidikan.
b)    Menurut AT dan T pendidikan jarak jauh adalah sistem atau proses yang langsung menghubungkan pemelajar dengan  sumber-sumber yang jauh.
c)    Menurut United States Learning Association (USDLA), pendidikan jarak jauh adalah penghantaran pendidikan  atau pelatihan melalui  media elektronik. Pendidikan jarak jauh mengacu kepada situasi belajar dimana instruktur dan pemelajar berada dalam jarak terpisah secara geografis, karena itu mengandalkan peralatan elektronik dan bahan cetakan untuk menghantar pembelajaran. Bahan-bahan yang digunakan dalam pendidikan jarak jauh sama dengan digunakan dalam pendidikan terbuka, yaitu berupa kaset, dan lembar kerjanya, Program CBT (Computer Based Training), IV (Instructional Video) dan berbagai buku.
3.      Flexible learning adalah jenis belajar yang dapat menggunakan berbagai sumber dalam semua bentuk. Belajar flexible  dapat dipakai untuk segala pola yang menggunakan sumber belajar.
4.     Learning resources adalah sumber belajar, termasuk di dalamnya bahan-bahan pembelajaran seperti video, buku, kaset, audio CBT, IV, dan paket pembelajaran yang mengkombinasikan lebih dari satu media.
5.     Resource based learning adalah belajar berbasis aneka sumber (BEBAS) yaitu suatu sistem belajar yang berorientasi pada siswa yang menggunakan aneka sumber dalam proses pembelajarannya. Penerapan bebas secara luas juga dapat dikaitkan dengan jenis sistem pendidikan terbuka, jarak jauh, belajar fleksibel yang menggunakan aneka sumber.
       Mengapa belajar berbasis aneka sumber sangat diperlukan dan mutlak diterapkan dalam pendidikan maupun pembelajaran masa kini? Hal ini dikarenakan adanya perubahan paradigma pendidikan, yaitu dari pendidikan yang berfokus pada penguasaan isi mata pelajaran bergeser kepada pendidikan berfokus pada pengalaman belajar yang berorientasi pada pemerolehan pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai. Di era informasi peserta didik setiap saat dihadapkan pada berbagai informasi dalam jumlah lebih banyak dari sebelumnya, sehingga dituntut kemampuan siswa untuk menseleksi dan memanfaatkan sumber-sumber tersebut untuk kepentingan belajar secara optimal.. Begitu pula dengan adanya kurikulum berbasis kompetensi dan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang  menuntut penggunaan berbagai sumber belajar yang dapat memperkaya pengalaman belajar siswa.
          Sesuai uraian di atas pada prinsipnya ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam proses   perencanaan kegiatan pembelajaran, yaitu:
1.    Belajar aneka sumber memungkinkan  setiap pemelajar melakukan kegiatan belajar sesuai dengan sumber-sumber yang dimilikinya. Contoh pemelajar dapat mendengarkan rekaman audio dalam belajar bahasa asing atau memanfaatkan program televisi yang bernuansa pendidikan dan pembelajaran untuk mendukung proses belajar.
2.    Kesempatan belajar yang dimiliki. Seorang pemelajar dapat mengatur waktu belajarnya, kapan ingin melakukan kegiatan belajar, pagi hari, malam hari ataupun saat gairah untuk belajar datang.
3.    Kemampuan atau motivasi untuk belajar. Baik berupa dorongan dari dalam (motivasi internal) seperti cita-cita untuk meningkatkan taraf hidup sampai dengan keinginan untuk aktualisasi diri; maupun motivasi eksternal seperti dorongan dari teman dan lain-lain, akan sangat mempengaruhi proses belajar siswa . Tanpa motivasi yang tinggi prestasi belajar akan sulit dicapai walau tersedia berbagai sumber belajar.

Belajar berbasis aneka sumber memiliki manfaat  antara lain:

a.    Memupuk bakat yang terpendam. Pengembangan keinginan untuk mengembangkan diri setelah tamat pendidikan formal adalah bentuk pendidikan sepanjang hayat.
b.    Mengusahakan sumber-sumber belajar yang memungkinkan pembelajaran berlangsung sepanjang tahun dan dapat menyeimbangkan antara ketrampilan dan pengetahuan.
c.    Seorang dapat belajar sesuai dengan kondisinya tanpa merasa cemas dan merasakan suasana persaingan.


Adapun implementasi belajar berbasis aneka sumber

1.    Proses pendidikan berpusat pada siswa/mahasiswa, siswa pada dasarnya memiliki dua segi mental yaitu IQ dan dimensi emosional. Dalam pendekatan ini guru sebagai pembimbing melatih, memotivasi, memfasilitasi agar siswa berperan  aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian pengajaran melibatkan siswa/mahasiswa untuk aktif dalam setiap proses pembelajaran. Keseluruhan proses ini akan mengembangkan kemampuan anak didik yang tidak hanya terfokus pada isi materi.

2.    Peranan institusi pendidikan ”elektronik” dengan semakin majunya teknologi, maka teknologi pendidikan harus terlebih dahulu digerakkan pada visi tentang pendidikan dan pelatihan  abad 21. Visi tersebut harus memperhitungkan potensi teknologi, dan apa yang dapat dilakukan oleh teknologi dunia pendidikan dan pelatihan. Dampak sosial dan pendidikan dari bertemunya media dan teknologi dengan kecepatan tinggi akan menjadi revolusioner, dan sangat menantang bagi institusi-institusi pendidikan yang sudah mapan.

3.    Prinsip pedagogi dan desain antar budaya, sumber pembelajaran untuk siswa merupakan perhatian utama di seluruh dunia karena berada dalam arena pendidikan tanpa batas yang dipenuhi melalui world wide web (WWW). WWW mempunyai kapasitas/pemirsa yang luas, bila dimanfaatkan sebagai sumber belajar perlu memperhatikan prinsip pedagogi. Tujuan pembelajaran on-line adalah menjamin  bahwa pedagogi dan kurikulum  fleksibel, dapat menyesuaikan  diri dan relevan bagi siswa dari berbagai latar belakang, sehingga aspek pedagogi bersifat mendukung kebutuhan antar budaya.

Untuk dapat menerapkan belajar berbasis aneka sumber di sekolah-sekolah diperlukan upaya yang serius dari pihak pendidik. Pertama-tama, pendidik sendiri harus melakukan dan membiasakan  diri untuk memanfaatkan  aneka sumber, sehingga akan  memudahkan bagi menentukan strategi yang tepat dalam memanfaatkan aneka sumber yang memungkinkan terjadinya pencapaian kompetensi yang diharapkan.
      Jika dalam sistem pendidikan, peserta didik tidak dipersiapkan untuk dapat memberi makna terhadap informasi, serta menciptakannya menjadi pengetahuan, kemudian menggunakan serta mengevaluasi pengetahuan yang diciptakan orang lain, maka mereka akan menjadi selalu tertinggal.
Lebih jauh Bardiman dan Franspotter yang juga dikutip Evans dan Nations (2000) menjelaskan bahwa di masa depan akan ada penekanan pada pentingnya:
Kemampuan belajar dan terus belajar secara bebas dan mandiri
 Kemampuan berkomunikasi dengan orang lain
 Kemampuan bekerjasama dengan orang lain
Kemampuan bekerjasama dengan orang lain dalam kelompok
 Kemampuan memperlihatkan kepekaan sosial
 Kemampuan menerima tanggungjawab kemasyarakatan dan
 Kemampuan untuk bersikap fleksibel
     
Bagaimana menerapkan belajar berbasis aneka sumber dalam pembelajaran?

1.    Ciptakan kondisi yang memungkinkan peserta didik memiliki pengalaman belajar yang melalui berbagai sumber, baik sumber yang dirancang maupun yang dimanfaatkan, sehingga mereka akan “belajar bagaimana belajar” (learn how to learn)
2.    Guru/pendidik harus merencanakan, menciptakan & menemukan kegiatan yang bersifat menantang yang akan membuat peserta didik berpikir, memberikan alasan logis & menggunakan pemikiran secara baik.





KESIMPULAN

v  Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.

v  Secara garis besarnya, terdapat dua jenis sumber belajar yaitu:
Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design), yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
Sumber belajar yang dimanfaatkan(learning resources by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
v  Sumber belajar memiliki fungsi :
Menurut Hijrah Saputra (2008) fungsi sumber belajar adalah :
1. Dapat memberi pengalaman belajar langsung dan kongkrit
2. Memungkinkan sesuatu yang tidak bisa diadakan, dikunjungi, dilihat secara langsung.
3. Menambah dan memperluas cakrawala sajian.
4. Memberi informasi yang akurat dan terpadu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar